<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Mi Cielo~</title>
	<link>http://micielo.blogsome.com</link>
	<description>Poems.. poems... and poems...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jan 2007 11:25:19 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>

	<item>
		<title></title>
		<description>	Aku sedang mengeja hela napas dalam siang itu
	ketika tiba-tiba ada sesuatu dalam diriku yang bertanya,
	&quot;Apa yang telah kuberikan untuk orang lain?&quot;
	Seketika tak kuhiraukan lagi apakah aku telah bernapas hari ini&nbsp;
 </description>
		<link>http://micielo.blogsome.com/2007/01/17/13/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Apa yang Kau Tangisi</title>
		<description>	Apa yang kau tangisi, sahabatku? 
	Aku belum mati. 
	Tidak secara jasmani.  
	Apa yang membuatmu sedih, sahabatku? 
	Waktu yang telah kau sia-siakan bersamaku?
	Ini bukan salahku.
	Kau yang memilih untuk bersama denganku.
	Apa yang kau rindukan, sahabatku?
	Kalau aku, aku rindu dekat dengan-Nya.
	Walau harus terbakar dalam neraka.
	&nbsp;Imaji tentang apa yang dibisikkan setan padaku.
	&nbsp;
 </description>
		<link>http://micielo.blogsome.com/2006/09/30/apa-yang-kau-tangisi/</link>
	</item>
	<item>
		<title></title>
		<description>	 mendekap hangatku 
	takkan biar pergi 
	walau tercabik 
	walau terhujam 
	kemana nyanyian cinta itu 
	tak menggerutu 
	kembali membisu 
	hanya pilu kudapat
 </description>
		<link>http://micielo.blogsome.com/2006/07/10/11/</link>
	</item>
	<item>
		<title>To Be Tough&#8230;</title>
		<description>	walau waktu harus datang dan pergi 
	aku akan tetap mencoba untuk tegar, 
	sampai waktuku tiba tuk pergi
 </description>
		<link>http://micielo.blogsome.com/2006/07/10/to-be-tough/</link>
	</item>
	<item>
		<title></title>
		<description>	pucuk-pucuk impian 
	masih berembun segar 
	kisah klasik menunggu 
	cinta dan waktu 
	tangis dan harap 
	menanti di tiap musim semi
 </description>
		<link>http://micielo.blogsome.com/2006/07/10/9/</link>
	</item>
	<item>
		<title></title>
		<description>	semuanya berakhir 
	menjadi abu sia-sia belaka 
	pahit masih, 
	membeku masih 
	redupkan lentera kecil merah hati 
	terayun-ayun dibuai senja 
	sakit dan umpat 
	saling mengisi ruang kosong
 </description>
		<link>http://micielo.blogsome.com/2006/07/10/8/</link>
	</item>
	<item>
		<title></title>
		<description>	hati yang berembun 
	kian menghangat resapi cinta 
	hasrat hidup tampakkan nyata 
	senada kian mengalun 
	harapan kan terjuntai 
	(by Kak Very)
 </description>
		<link>http://micielo.blogsome.com/2006/07/10/7/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Musik dari Langit</title>
		<description>	Musik dari langit mengalun 
	Menyenandungkan suara hujan dan angin 
	Suara-suara dari langit 
	Kilat, guntur dan mendung itu 
	Memperdengarkan musik dari langit 
	Aku turun dari awan musim semi 
	Menuju ke layarmu 
	[Kaoru Origuchi]
 </description>
		<link>http://micielo.blogsome.com/2006/07/10/musik-dari-langit/</link>
	</item>
	<item>
		<title></title>
		<description>	ada kalanya sunyi kan tampilkan keadaan yang nyata, 
	jika memang keramaian gambarkan semu 
	kuingin aku ada di sudut kesunyian hatimu 
	(kak very)
 </description>
		<link>http://micielo.blogsome.com/2006/07/10/5/</link>
	</item>
	<item>
		<title></title>
		<description>	Hanya tinggal puing-puing kelabu
	Berdiri tegak menantang sang waktu
	Tak pernah bosan walau tak tahu arah
	&nbsp;
 </description>
		<link>http://micielo.blogsome.com/2006/07/08/4/</link>
	</item>
</channel>
</rss>
